KP Talks #16: Mengukir Karier di Belanda ala Kak Theresia Avila
Bagi Sobat KP yang kemarin ketinggalan Instagram Live KP Talks #16 berjudul “Being a Career Woman in the Netherlands”, tenang saja! Min KP sudah merangkum inti cerita seru dari Kak Theresia Avila. Ia merupakan murid privat level A2 Karta Pustaka yang saat ini tinggal di Hoofddorp, Belanda. Yuk, simak perjalanan karier dan proses adaptasinya di Negeri Kincir Angin!
Kisah perjalanannya berawal saat ia memutuskan untuk ikut suaminya ke Belanda. Perjalanan ini diawali dengan persiapan belajar bahasa Belanda secara online di Karta Pustaka Jogja selama satu tahun. Meskipun saat ini banyak lembaga menawarkan kursus bahasa Belanda dengan pengantar bahasa Inggris, Kak Theresia mantap memilih Karta Pustaka. Menurutnya, pembelajaran yang disampaikan dengan bahasa pengantar Indonesia di Karta Pustaka jauh lebih mudah dipahami, fleksibel, dan biayanya sangat bersahabat di kantong.
Latar belakang pendidikan Kak Theresia sebenarnya adalah seorang arsitek. Namun, beradaptasi di negeri orang tentu punya tantangannya sendiri. Untuk bekerja di bidang arsitektur di Belanda, ia menemukan kendala aturan regulasi yang lumayan ketat serta syarat sertifikasi bahasa minimal level C1. Tak patah semangat, ia memilih untuk “jemput bola” atau mengunjungi langsung toko-toko di sekitar tempat tinggalnya untuk mencari lowongan kerja. Berkat kegigihannya, beliau mengawali pengalaman kerja dari asisten toko di Primark hingga kini menjadi Visual Merchandiser di H&M. Tugas utamanya terbilang unik dan kreatif, mulai dari menata tampilan toko agar menarik mata sampai mendandani manekin gitu deh, sobat. Menariknya, meski proses wawancara awal dilakukan dalam bahasa Inggris, lingkungan kerjanya selalu mendukung ia belajar Bahasa Belanda dan sekaligus menjadi wadah bagi Kak Avila untuk berlatih berbahasa Belanda sehari-hari.
Satu pelajaran berharga yang dibagikan Kak Theresia adalah pentingnya penguasaan bahasa lokal. Walau ijazah bisa disetarakan, kemampuan di atas kertas saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan di pasar kerja setempat. Pemberi kerja di sana tentunya cenderung lebih memprioritaskan kandidat yang bisa berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Belanda (termasuk kosa kata teknis sesuai bidangnya). Jadi, bisa dibilang kemampuan berbahasa ini menjadi kunci utama agar bisa tampil percaya diri dan bersaing dengan pelamar lainnya.
Hidup jauh dari tanah air punya dinamikanya tersendiri. Beberapa hal unik serta tantangan yang dirasakan Kak Avila antara lain:
- Serba Teratur & Tepat Waktu: Budaya disiplin, patuh aturan, serta kedekatan Belanda pada transportasi umum membuat mobilitas ke mana pun terasa serba praktis.
- Budaya Bersepeda sangat melekat di masyarakat Belanda tanpa memandang status sosial.
- Komunikasi orang Belanda yang dikenal sangat lugas. Bila ada hal yang kurang disukai, mereka tak segan menyampaikannya secara langsung tanpa basa-basi.
- Individualis: Selesai jam kerja, masing-masing orang akan kembali ke urusan dan kesibukannya pribadi, tanpa adanya budaya berkumpul dengan teman kerja seperti di Indonesia.
- Harus berdamai dengan cuaca yang tidak tentu dan sering diguyur hujan
Walaupun terkadang Kak Avila dihampiri rasa “homesick” dan tantangan iklim, tapi rasa lelah itu terbayar tuntas. Kerja kerasnya memberikan rasa puas dan bangga terhadap diri sendiri, sehingga ada rasa bahagia yang selalu menghampiri setiap kali melangkahkan kaki pulang ke rumah. Gimana, makin penasaran dan terinspirasi buat nyusul ke Belanda?
Biar makin siap menghadapi dunia kerja maupun studi di sana, yuk mulai persiapkan kemampuan bahasa Belanda kamu dari sekarang bersama Karta Pustaka! Sampai jumpa di episode KP Talks berikutnya!
